Kontak Kami
Selamat berbelanja, Shopper!
Terios 7 Wonders - Desa Marikurubu Jejak Kejayaan Bumi Rempah Ternate
2017/07/15
Pesona Ternate, memang dikenal sejak lama. Tidak hanya lokal, negeri penjelajah dunia pun mencium aroma sedap keindahan Ternate dan Tidore. Bangsa Portugis, Spanyol hingga Belanda menjejakkan kakinya di Bumi Rempah ini.
Daya tarik rempah-rempah seperti Pala dan Cengkeh membuat para bangsa
Eropa ingin menguasai Ternate dan Tidore. Mulai sekadar perkongsian
dagang hingga kolonialisme kawasan ini. Inilah kawasan favorit para
bangsa Eropa “berlayar” jauh ke wilayah timur jauh.
Tidak heran, mobilisasi membuat kawasan perkebunan rempah menjadi
pilihan logis. Sentra agraris menjadi lumbung ekonomi bagi bangsa Eropa
ini, entah Portugis hingga Belanda. Pergolakan politik serta ekonomi
kerap terjadi di kawasan ini. Mulai dari kawasan yang ramai aktivitas
hingga meredupnya mewarnai denyut nadi Ternate.
Tidak terkecuali kawasan perkebunan rempah. Beruntung, masih “tersisa”
kawasan primadona perkebunan rempah yang pernah menjadi primadona
Ternate di masa awal kolonialisme. Perkebunan tersebut berada di Desa
Marikurubu, Ternate.
Kawasan ini terletak di kaki Gunung Gamalama yang notabene menjadi
ikonik Ternate. Desa Marikurubu berada di ketinggian kurang lebih 700
meter di atas permukaan laut (DPL) dengan udara sejuk di sekelilingnya.
Tidak kurang dari 5 kilometer dari pusat kota, Desa Marikurubu bisa
dicapai dengan berbagai moda transportasi seperti sepeda motor dan
mobil.
Hamparan perkebunan cengkeh masih bisa ditemui di Marikurubu. Setidaknya
masa kejayaan perkebunan rempah masih dijumpai. Bahkan, pepohonan
cengkeh tua masih berdiri kokoh di sini. Konon, usia pohon cengkeh tua
berusia kurang lebih 400 tahunan.
“Bentuk dahan dan banyak cabang pohon cengkeh, usianya bisa ditebak. Ada
beberapa pohom yang masuk ke dalam pohon cengkeh yang berusia tua,”
ujar Azies Momanda, pemerhati sejarah asal Ternate.
Bukan berarti perkebunan Marikurubu tidak produktif. Kawasan ini masih
menghasilkan rempah cengkeh bagi petani Marikurubu dan sekitarnya.
Malahan tidak hanya cengkeh, tanaman Pala juga kayu manis masih ditemui
di kawasan ini.
Menariknya kalau saat panen tiba. Prosesi dan upacara panen menjadi
pemandangan menarik bagi para pelancong. Para petani seolah “bak penari”
saat prosesi memanen. Selain memang ungkapan bahagia, juga punya arti
saat prosesi itu tentunya.